Tutorial PowerBuilder 10

Powerbuilder adalah bahasa pemrograman database visual, dg fitur dan kelebihan-kelebihan antara lain :

termasuk golongan 4GL/bhs pemrograman generasi keempat
memakai metodologi RAD (Rapid Application Development) sehingga pengerjaan program akan cepat.
client/server (2-tier maupun 3-tier)
oop atau berorientasi object dll.

Untuk latihan sample yg anda perlukan adalah :

PowerBuilder product www.sybase.comDatabase dengan mysql product  www.mysql.com

Silahkan Download Tutorial PB10 secara berurutan:

DownloadPB # 1 =>Memulai pembuatan workspace, project dan deploy application.

DownloadPB # 2  =>Membuat menu dan window type mdi!.

DownloadPB # 3  =>Membuat profile koneksi database (odbc) revised.

DownloadPB # 4  =>Membuat sheet entri data tunggal.

DownloadPB # 5  =>Make-up sheet/window agar lebih indah. Continue reading

Perancangan Diagram Alir Data (DAD)

Diagram Alir Data (Data Flow Diagram), adalah suatu diagram yang menggunakan notasi-notasi untuk menggambarkan arus dari data sistem, yang penggunaannya sangat membantu untuk memahami sistem secara logika, tersruktur dan jelas.

  • Diagram Konteks (Context Diagram)

Merupakan kejadian tersendiri dari suatu diagram alir data. Dimana satu lingkaran merepresentasikan seluruh sistem. Context Diagram ini harus berupa suatu pandangan, yang mencakup masukan-masukan dasar, sistem-sistem dan keluaran.

Context Diagram merupakan tingkatan tertinggi dalam diagram aliran data dan hanya memuat satu proses, menunjukkan sistem secara keseluruhan. Proses tersebut diberi nomor nol. Semua entitas eksternal yang ditunjukkan pada diagram konteks berikut aliran data-aliran data utama menuju dan dari sistem. Diagram tersebut tidak memuat penyimpanan data dan tampak sederhana untuk diciptakan, begitu entitas-entitas eksternal serta aliran data-aliran daa menuju dan dari sistem diketahui penganalisis dari wawancara dengan user dan sebagai hasil analisis dokumen. Context diagram menggarisbawahi sejumlah karakteristik penting dari suatu sistem:

Kelompok Pemakai, organisasi, atau sistem lain dimana  sistem kita melakukan komunikasi yang disebut juga sebagai terminator.
Data, dimana sistem kita menerima dari lingkungan dan harus diproses dengan cara tertentu. dan Data yang dihasilkan sistem kita dan diberikan ke dunia luar.
Penyimpanan data yang digunakan secara bersama antara sistem kita dengan terminator. Data ini dibuat oleh sistem dan digunakan oleh lingkungan atau sebaliknya, dibuat oleh lingkungan dan digunakan oleh sistem kita.
Batasan antara sistem kita dan lingkungan.

Context Diagram dimulai dengan penggambaran terminator, aliran data, aliran kontrol penyimpanan, dasn proses tunggal yang menunjukkan Continue reading

Terminologi & Pribadi SISTEM ANALIS

TERMINOLOGI SISTEM ANALIS

Suatu sistem akan dirancang oleh satu orang atau sekelompok orang yang membentuk tim. Orang yang merancang sistem ini disebut SISTEM ANALIS.

Ada yang mendefinisikan sistem analis sebagai:

1. Seorang yg menggunakan pengetahuan aplikasi komputer yg dimilikinya untuk memecahkan masalah-masalah bisnis, dibawah petunjuk manajer sistem

2. Seorang yg bertanggung jawab menterjemahkan kebutuhan kebutuhan sipemakai sistem (user) kedalam spesifikasi teknik yg diperlukan oleh programmer dan diawasi oleh manajemen.

 

PRIBADI SISTEM ANALIS

1. Mampu bekerja sama

2. Mampu berkomunikasi dengan baik

3. Mempunyai sopan santun

4. Mempunyai pendirian yang tegas

5. Mampu bersikap dewasa

6. Mampu bersikap tegas

7. Dapat bertindak secara metodik

8. Dapat bersikap akurat dalam memperhitungkan biaya-biaya

9. Mempunyai sifat kreatif

sumber

Tugas SISTEM ANALIS

LANGKAH KERJA SISTEM ANALIS

1. Tahap Mengidentifikasikan Masalah Kebutuhan User

2. Tahap Melaksanakan Studi Kelayakan

3. Tahap Analisis dan Rancang Sistem

4. Tahap Penerapan Sistem

5. Tahap Evaluasi & Pemeliharaan

 

TUGAS UMUM SISTEM ANALIS :

1. Mengumpulkan dan menganalisis formulir, dokumen, file yang berkaitan dengan sistem yang berjalan.

2. Menyusun dan menyajikan laporan perbaikan (rekomendasi ) dari sistem yang berjalan kepada user.

3. Merancang suatu sistem perbaikan dan mengidentifikasikan aplikasi-aplikasi untuk penerapannya pada komputer.

4. Menganalisis dan menyusun biaya-biaya serta keuntungan dari sistem yang baru

5. Mengawasi semua kegiatan dalam penerapan sistem yang baru.

 

TUGAS TEKNIK SISTEM ANALIS :

1. Menyiapkan gambaran kerja dalam menerapkan sistem baru.

2. Menyusun prosedur-prosedur untuk pengawasan.

3. Menyusun data flow diagram (DFD), Structured Analysis and Design Technique (SADT), dan sistem flowchart untuk merancang sistem baru secara detail.

4. Merancang pola pengawasan terhadap data yang bersifat sangat penting

5. Menyusun file-file untuk digunakan dalam komputer, agar sistem baru dapat berjalan efektif.

6. Merancang bentuk input/output agar mudah dibaca oleh user

7. Menyusun dokumentasi tentang pekerjaan yang dilakukan oleh sistem analis dalam merancang sistem yang baru.

sumber

PERANCANGAN JARINGAN

KONSEP DASAR

Jaringan komputer adalah sebuah sistem yang terdiri atas komputer dan perangkat jaringan lainnya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan yang sama.

Tujuan perancangan jaringan komputer :

  1. Membagi sumber daya: contohnya berbagi pemakaian printerCPUmemori,harddisk
  2. Komunikasi: contohnya surat elektronikinstant messagingchatting
  3. Akses informasi: contohnya web browsing

Ada 2 (dua) tipe utama jaringan komputer, yaitu :

1. Peer to Peer (Workgroup) :

Setiap komputer yang terhubung kejaringan dapat bertindak baik sebagaiworkstation maupun server.

Server di jaringan tipe peer to peer disebut non-dedicated server, karena server tidak berperan sebagai server murni, tetapi sekaligus dapat berperan sebagai workstation.

2. Client -Server (Domain) :

Hanya satu komputer yang bertugas sebagai server dan komputer lain berperan sebagai workstation.

Server dijaringan tipe client-server disebut dengan Dedicated Server dan server tersebut tidak dapat berperan sebagai workstation. Server hanya bertugas melayani komputer-komputer lain (client).

Berdasarkan TOPOLOGI JARINGAN, jaringan komputer dapat dibedakan atas:

  • Topologi BUS
  • Topologi BINTANG
  • Topologi CINCIN
  • Topologi MESH
  • Topologi POHON
  • Topologi LINIER
  • Topologi HYBRID

TOPOLOGI BUS

Pada TOPOLOGI BUS digunakan sebuah kabel tunggal atau kabel pusat di mana seluruh workstation dan server dihubungkan.

KEUNGGULAN Topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain. KELEMAHAN dari TOPOLOGI ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.

TOPOLOGI BINTANG (STAR)

TOPOLOGI BINTANG merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.

KELEBIHAN.

  1. Kerusakan pada satu saluran hanya akan mempengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut.
  2. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
  3. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
  4. Penambahan & pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah

KEKURANGAN.

Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh jaringan yang ada akan terhenti.

TOPOLOGI CINCIN (RING)

TOPOLOGI CINCIN adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya,  sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan.

Adapun kelebihan dari TOPOLOGI ini adalah kabel yang digunakan bisa lebih dihemat. Tetapi kekurangan dari TOPOLOGI ini adalah pengembangan jaringan akan menjadi susah karena setiap komputer akan saling terhubung.

TOPOLOGI JALA (MESH)

TOPOLOGI JALA atau MESH adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju (dedicated links).

TOPOLOGI POHON (TREE)

TOPOLOGI TREE disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat.

TOPOLOGI ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .

TOPOLOGI LINIER

Jaringan komputer dengan TOPOLOGI LINIER biasa disebut dengan TOPOLOGI  LINIER BUS, layout ini termasuk layout umum.

Satu kabel utama menghubungkan tiap titik koneksi (komputer) yang dihubungkan dengan konektor yang disebut dengan T Connector dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah terminator.

Konektor yang digunakan bertipe BNC (British Naval Connector), sebenarnya BNC adalah nama konektor bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Coaxial Thinnet). Installasi dari topologi linier bus ini sangat sederhana dan murah tetapi maksimal terdiri dari 5-7 Komputer.

TOPOLOGI HYBRID

Pada penerapan perancangan jaringan tidak jarang sebuah jaringan komputer mengkombinasikan penggunaan lebih dari satu jenis TOPOLOGI sekaligus.

Sebagai ilustrasi, sebuah organisasi atau departemen memiliki 3 bagian dimana komputer-komputer pada masing-masing bagian tersebut saling terhubung menggunakan TOPOLOGI yang berbeda, sebut saja bagian A menggunakanTOPOLOGI BUS, bagian B menggunakan TOPOLOGI STAR, dan beberapa komputer terhubung langsung ke HUB pusat.

Apabila ke-2 jaringan komputer & beberapa komputer tersebut dibuat menjadi saling terhubung ke dalam satu jaringan yang lebih luas (mencakup ketiganya) menggunakan salah satu jenis topologi (misalkan TOPOLOGI STAR) maka itulah yang dinamakan dengan TOPOLOGI HYBRID.

sumber

Perancangan File & Database

JENIS FILE

File dalam pemrosesan aplikasi dapat dikategorikan ke dalam beberapa jenis.

Tergantung dari kegunaannya, antara lain :

File Induk ( File Master )
Didalam aplikasi, file ini merupakan file penting karena berisi record-recordyang sangat diperlukan dalam organisasi. File ini akan tetap ada selama sistem berjalan.
File Transaksi ( Transaction File )
File transaksi sering disebut juga dengan input file, yang digunakan untuk merekam datahasil transaksi yang terjadi.

File Laporan ( Report File )
Disebut juga dengan ouput file, berisi informasi yang akan ditampilkan. Isi dari file inibiasanya diambil dari field di satu atau lebih master file untuk mempersiapkan

pembuatan laporan.

File Sejarah ( History File )
Merupakan file yang berisi data masa lalu yang sudah tidak aktif lagi, tetapi masihdisimpan sebagai arsip.
File Pelindung ( Backup File )
Merupakan salinan dari file-file yang masih aktif didalam database pada suatu saattertentu, digunakan sebagai pelindung/cadangan bila file database yang aktif

mengalami kerusakan

MEDIA PENYIMPANAN FILE

Terdapat 2 jenis alat penyimpanan data file yang digunakan, yaitu :

1.Piransi Akses Serial (Squential Access Storage Device atau SASD)

Contoh peralatan yang termasuk jenis ini : Magnetic Tape & Pita Magnetic.

Ciri – ciri dari piranti ini adalah sebagai berikut :

  1. Proses pembacaan rekaman harus berurutan.
  2. Tidak ada pengamatan.
  3. Data disimpan dalam blok – blok.
  4. Proses write hanya bisa dilakukan sekali saja.
  5. Kecepatan akses datanya, sangat tergantung pada:

– Kerapatan pita ( char/inci ).

– Kecepatan pita ( inci/detik ).

– Lebar celah atau gap antar blok.

2. Piranti Akses Direct ( Direct Access Storage Device atau DASD).

Contoh piranti akses tipe direct adalah MAGNETIC DISK

seperti : Hard disk, CD, Optic disk, Flashdisk.

Piranti ini mempunyai ciri :

o Pembacaan rekaman tidak harus urut.

o Mempunyai alamat.

o Data dapat disimpan dalam karakter atau blok.

o Proses write dapat dilakukan beberapa kali

ORGANISASI & AKSES FILE

Ada beberapa tipe organisasi file data yang digunakan, yaitu susunan berurutan (sequential), berurutan diindeks (indexed sequential), acak(random) & acak diindeks(indexed random).

Tujuan organisasi data didalam pemrograman terstruktur adalah :

  1. Untuk menyediakan sarana pencarian record bagi pengolahan,

seleksi atau penyaringan.

  1. 2. Memudahkan penciptaan atau pemeliharaan file.

Organisasi file data harus mempertimbangkan beberapa hal penting, yaitu sebagai berikut :

  1. Kemudahan dalam penyimpanan dan pengambilan data.
  2. Kecepatan akses data atau efisiensi akses.
  3. Efisiensi penggunaan media penyimpanan(storage)

Tiga metode susunan organisasi data file dalam media penyimpanan fisik yang lazim untuk digunakan, yaitu sebagai berikut :

SEQUENTIAL.

Metode ini mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

  • Rekaman disimpan berdasarkan suatu kunci.
  • Pencarian rekaman tertentu dilakukan record demi record sesuai kuncinya.

Metode ini baik untuk digunakan apabila pengolahan terhadap basis data bersifat periodik dan menyeluruh.

RANDOM.

Dalam metode ini kunci rekaman ditransformasikan ke alamat penyimpanan dalam media fisik secara acak (random).

INDEXED SEQUENTIAL.

Metode ini mempunyai ciri – ciri sebagai berikut :

  • Merupakan gabungan antara metode sequential dan random.
  • Record disimpan secara berurutan dengan menggunakan kunci.
  • Masing – masing record diberi indeks.
  • Pengalamatan dilakukan secara acak.
  • Perlu penyimpanan tambahan, yaitu untuk file indeks

AKSES FILE adalah suatu metoda yang menunjukkan, bagaimana suatu program komputer, akan membaca record-2 dari suatu file.

FILE dapat diakses dengan 2 cara yaitu sebagai berikut :

  1. SEQUENTIAL ACCESS METHOD
  2. RANDOM ACCESS METHOD
  1. Menentukan Kebutuhan FILE dari SISTEM BARU

FILE yang dibutuhkan & yang akan dirancang dapat ditentukan dari data flow diagram (DFD) yang dibuat dengan melihat data store dari suatu proses ke proses lainnya.

  1. Menentukan PARAMETER dari FILE sistem yang dibuat

Setelah format output ditentukan, tahap selanjutnya adalah menentukan PARAMETER dari FILE tersebut, yaitu sbb :

a. Menentukan NAMA FILE, AKRONIM FILE, KODE FILE

b. Menentukan TIPE FILE, Panjang RECORD, ORGANISASI FILE

c. Menentukan AKSES FILE, Media FILE, Primary KEY, Software

sumber

PERANCANGAN DATABASE

KONSEP DASAR

Merancang DATABASE merupakan suatu hal yang sangat penting di dalam proses PERANCANGAN SISTEM secara fisik.

Kesulitan utama di dalam merancang DATABASE adalah bagaimana merancang DATABASE yang bisa digunakan saat ini & masa mendatang

Tujuan Perancangan DATABASE :

  1. Untuk memenuhi kebutuhan informasi dari pengguna(user) & aplikasinya
  2. Menyediakan struktur informasi yang natural dan mudah di mengerti oleh user
  3. Mendukung kebutuhan pemrosesan & beberapa obyek kinerja dari suatu sistem

database seperti, respon time, processing system dan storage space.

SIKLUS DATABASE (micro life cycle)

Siklus Kehidupan Aplikasi DATABASE secara Micro Life Cycle, dimana tahapan yang terjadi pada siklus  aplikasi database adalah sebagai berikut  :

  1. Pendefinisian Sistem
  2. Perancangan Database
  3. Implementasi Database
  4. Pengambilan dan Konversi Data
  5. Konversi Aplikasi
  6. Pengujian dan Validasi
  7. Pengoperasian
  8. Pengawasan dan Pemeliharaan

FASE PERANCANGAN DATABASE

Ada 6 Fase Proses Perancangan DATABASE :

1. Pengumpulan data dan analisis

2. Perancangan database secara konseptual

3. Pemilihan sistem manajemen database

4. Perancangan database secara logik

5. Perancangan database secara fisik

6. Implementasi sistem database

Fase Pengumpulan DATA & ANALISIS (1)

Fase ini adalah proses identifikasi & analisa kebutuhan data, seperti kebutuhan sistem database, kebutuhan SISFO, user & aplikasinya.

Sedangkan bentuk kegiatan pada FASE, ini adalah sebagai berikut :

  1. Menentukan kelompok USER & bidang aplikasinya.
  2. Melakukan peninjauan dokumen sistem (I/O) yang ada
  3. Melakukan analisa lingkungan operasi & pemrosesan data
  4. Membuat daftar pertanyaan & wawancara

TOOLS yang secara teknis digunakan dalam membuat spesifikasi analisa kebutuhan data secara formal  dalam perancangan DATABASE adalah :

  1. OOA ( Object Oriented Analysis )
  2. DFD ( Data Flow Diagram )
  3. HIPO ( Hierarchical Input Process Output )
  4. SADT ( Structured Analysis & Design )

Fase Perancangan DATABASE secara KONSEPTUAL (2)

FASE ini adalah proses yang menghasilkan konseptual skema untuk database yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik

Sedangkan bentuk kegiatan pada FASE ini adalah sebagai berikut :

  1. Melakukan perancangan KONSEPTUAL SKEMA
  2. Melakukan perancangan TRANSAKSI

Ada 4 strategi dalam perancangan skema konseptual :

  1. Top down
  2. Bottom Up
  3. Inside Out
  4. Mixed

Fase Pemilihan Sistem Manajemen DATABASE (3)

FASE ini adalah proses pemilihan software database yang ditentukan oleh beberapa FAKTOR secara umum, yaitu :

FAKTOR TEKNIS terdiri dari :

  1. Tipe model data ( hirarki, jaringan atau relasional )
  2. Struktur penyimpanan dan jalur pengaksesan yang didukung sistem manajemen database
  3. Tipe interface dan programmer
  4. Tipe bahasa queri

FAKTOR EKONOMI terdiri dari :

  1. Biaya penyiadaan hardware dan software
  2. Biaya konversi pembuatan database
  3. Biaya personalia & biaya pelatihan
  4. Biaya pengoperasian & biaya pemeliharaan

FAKTOR ORGANISASI terdiri dari :

  • Struktur data

Jika data yang disimpan dalam database mengikuti struktur hirarki, maka suatu jenis hirarki dari sistem manajemen database harus dipikirkan.

  • Personal yang terbiasa dengan sistem yang terdahulu

Jika staff programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan suatu sistem manajemen database maka hal ini dapat mengurangi biaya latihan & waktu belajar.

  • Ketersediaan dari service vendor

Keberadaan fasilitas pelayanan penjual sangat dibutuhkan untuk membantu memecahkan masalah sistem.

sumber